Loading

Anti Politik Uang

Dihadapan Napi, Bawaslu Nunukan tekankan memilih dengan melihat rekam jejak dan program si Calon

Dewi Irdayani Kasubag administrasi Bawaslu Nunukan saat Sosialisasi Pendidikan Politik Menuju Pemilih Cerdas pada Pemilu 2024, di Gedung Serba Guna Lapas Kelas IIB Nunukan Selatan, Minggu, (03/9/2023). (Foto: Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu Kabupaten Nunukan)

 

Nunukan-Bawaslu Nunukan dalam hal ini diwakili oleh Dewi Irdayani selaku Kasubag administrasi menjadi narasumber dalam kegiatan gerakan cerdas memilih yang dilaksanakan oleh RRI Nunukan diruang serba guna Lapas kelas IIB Nunukan. (03/09/2023)

Dalam pemaparannya, Dewi Rrdayani menekankan agar kita memilih dengan melihat rekam jejak si calon dan program yang ditawarkan, bukan karena uang atau hal-hal yang tidak punya relevansi dengan kualitas memimpin.

“Untuk menjadi pemilih yang cerdas, tentu kita harus lihat rekam jejak calon, dan tentu programnya yang di kampanyekan.” Ujar dewi sapaan akrabnya

Sementara, Mardi Gunawan selaku anggota KPU Nunukan, menyampaikan bahwa ada 4 TPS Khusus di Lapas Nunukan untuk mengakomodir hak pilih warga binaan lapas. Tetapi surat suara yang akan dicoblos disesuaikan domisilinya, misalkan untuk yang domisilinya di Kecamatan Nunukan hanya mencoblos 4 suara, dan tidak dapat mencoblos anggota DPRD Kabupaten karena Dapilnya beda,

“Berdasarkan DPT, terdapat 4 TPS dan 844 pemilih warga binaan lapas yang akan menggunakan hak pilihnya di Lapas nanti, tetapi surat suara yang akan dicoblos kita sesuaikan domisilinya, hanya napi yang berdomisili di Kecamatan Nunukan Selatan yang mencoblos 5 surat suara dan itu kita sudah petakan. ” Ujar mardi

Sementara Kepala Lapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa juga menyampaikan siap bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu Nunukan terutama yang berkaitan dengan data pemilih, Lapas kelas II B siap memberikan data-data Napi Lapas termasuk yang baru masuk setelah ditetapkan DPT.

“Apapun data yang dibutuhkan oleh KPU Nunukan akan kita berikan demi menjaga hak pilih waga binaan Lapas.”ujar pak Wayan sapaan akrabnya

Adapun peserta kegiatan tersebut sebanyak 150 napi dan narasumber yang dihadirkan oleh RRI adalah KPU Nunukan, Bawaslu Nunukan, dan Kalapas Kelas IIB Nunukan.

Penulis: Rijal
Foto: Tiwi
Editor: Haerul. H

Read more

Begini Pesan Ketua Bawaslu di Pengukuhan Desa Anti Politik Uang

Nunukan – Desa Balansiku yang berada di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan menjadi pilot project praktik anti politik uang yang kerap terjadi pada penyelenggaran pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu). Pengukuhan desa anti politik uang ini digelar di kantor desa Balansiku oleh Bawaslu Nunukan Sabtu 22/12/2018.
Ketua Komisoner Bawaslu Nunukan mengapresiasi tekad dan inisiatif desa Balansiku yang secara tegas mengikrarkan diri sebagai relawan anti politik uang.
Yusran mengatakan akan sia-sia saja hasil pemilu kalau lahir dari politik uang, efek yang bisa dirasakan langsung bagi desa adalah tidak terasanya alokasi Dana Desa jika misalnya Kepala Desa dilantik dengan praktek terlarang tersebut, gelontoran dana pusat praktis hanya akan dirasakan Kepala Desa dan kroninya.
Sebuah hal yang salah kaprah jika menjual berlian seharga Rp.500.000 misalkan, tetapi dampaknya dirasakan 5 tahun ke depan. Selain mengukuhkan desa anti politik uang, Bawaslu terus melakukan sosialialisasi dari masjid, gereja dan rumah ibadah lain untuk melarang siapapun berpolitik memanfaatkan jamaah rumah ibadah.
“Jangan jual belikan agama demi kemenangan, jangan jualan ayat di moment ini, masyarakat jangan tertipu, anda menjual berlian seharga 500 itu tertipu, suara anda adalah perubahan, suara anda adalah masa depan, tolak money politik, kita putus lingkaran setan, dan buat caleg jangan pesimis kalau gak pake uang massanya akan lari,”kata Yusran.
Deklarasi anti politik uang ditutup dengan penyematan jaket relawan kepada 8 ketua RT di desa Balansiku, dan juga dengan membubuhkan cap tangan 5 jari sebagai tanda persetujuan bahwa semua yang hadir bahkan semua aparat keamanan di Sebatik setuju dengan sikap demikian. (Dzulfiqor)

Read more