Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Dorong Peserta Didik Jadi Subjek Politik

Lomba Debat Bawaslu Nunukan

Penyerahan Hadiah Lomba Debat (Dok. RRI Nunukan)

KBRN, Nunukan: Bawaslu mengedepankan peserta didik sebagai subjek pendidikan politik. Harapannya mereka dapat menggagas literasi politik secara mandiri di masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan Muhammad Yusran, S.E., menyampaikan pentingnya peran aktif peserta didik dalam pendidikan politik. Menurutnya, peserta didik tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek yang pasif. Hal ini menjadi dasar agar pendidikan politik dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

“Nah, harapannya itu program itu dari mereka untuk mereka. Supaya mereka ini, kalau saya, kalau kami memahami itu, Bawaslu, bahwa pendidikan politik itu, peserta didik itu, atau peserta itu kita jangan sampai posisikan mereka hanya sebagai objek. Tapi juga mereka objek sekali itu subjek.” ucap Yusran, Jumat (13/06/2025).

Bawaslu memberikan dorongan dan bantuan agar peserta didik dapat mengambil inisiatif dalam menggagas program literasi politik. Peran ini tidak hanya untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi juga untuk menjadi motor penggerak di masyarakat. Upaya ini diharapkan memperkuat kesadaran politik di tingkat akar rumput.

“Sehingga mereka nanti yang akan menggagas. Tentu dengan apa bantuan dorongan dari teman-teman Bawaslu. Dalam hal misalkan peningkatan literasi politik, baik mereka sendiri untuk mereka sendiri, maupun nanti bisa aja mereka menjadi lokomotif juga di masyarakat untuk menggagas pendidikan literasi politik.” tambahnya

Pendekatan partisipatif ini memperlihatkan komitmen Bawaslu dalam mewujudkan demokrasi yang sehat. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu mendorong generasi muda agar lebih memahami dan berperan aktif dalam proses politik. Pendidikan politik yang terinternalisasi sejak dini menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Dengan program ini, Bawaslu Nunukan berharap tercipta generasi muda yang mandiri dan kritis secara politik. Peran aktif mereka diharapkan turut mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan demokratis. Inisiatif peserta didik menjadi subjek pendidikan politik menjadi langkah penting dalam pembangunan demokrasi daerah.

“Ini kan dalam rangka kembali lagi, ya, mendorong, ataupun menunjang, ataupun berpartisipasi ya, dalam hal terwujudnya Asta Cita yang salah satunya adalah berkaitan dengan demokrasi, yang diusung oleh Presiden Prabowo dan waktu Presiden Gitan, yang merubahkan presiden terkini di tahun 2024 kemarin. Kira-kira begitu.”

 

(RRI)

Penulis: Muh. Wahyu

Editor: Andi Muhammad Rizal