Bawaslu Nunukan Hadapi Tantangan Pengawasan Wilayah Perbatasan
|
KBRN, Nunukan: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan terus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan pengawasan pemilu di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Letak geografis yang strategis namun penuh hambatan menjadi perhatian khusus Bawaslu dalam membangun pengawasan yang efektif dan profesional.
Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan, Moch. Yusran, menegaskan tantangan pengawasan di daerah perbatasan memerlukan strategi khusus. Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya fokus pada pemantauan eksternal, tetapi juga penguatan internal kelembagaan yang perlu dibenahi selama masa non tahapan pemilu.
“Ya, seperti yang kami sampaikan tadi, bahwa program kita bukan hanya yang kaitannya dengan pengamatan di masyarakat atau external, ya kan, yang melibatkan partai politik tadi, warga secara umum, tapi kita juga melakukan pengamatan secara internal.” ucap Yusran, Kamis (19/6/2025).
Selama periode ini, Bawaslu Nunukan menjalankan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini dinilai penting untuk membekali jajaran pengawas dengan keterampilan dan pemahaman yang memadai dalam menghadapi dinamika politik dan sosial di wilayah yang memiliki akses terbatas dan kerentanan tinggi terhadap pelanggaran pemilu.
“Karena memang kapasitas SDM Bawaslu Nunukan ini relatif memang harus terus ditingkatkan. Ya, kami menyadari banyak kekurangan, sehingga di masa non-tahapan ini juga waktu yang tepat lah untuk melakukan evaluasi dan peningkatan” tambahnya
Kondisi geografis Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan potensi pelanggaran pemilu lebih kompleks, termasuk kemungkinan keterlibatan warga negara asing, distribusi logistik yang sulit diawasi, hingga minimnya infrastruktur pendukung. Hal ini menuntut kesiapan pengawas yang tidak hanya cermat, tetapi juga tangguh secara mental dan operasional.
(RRI)
Penulis: Muhammad Wahyu
Editor: Salma Amin