Bawaslu Prioritaskan Pendidikan Politik di Luar Tahapan Pemilu
|
KBRN, Nunukan: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan memprioritaskan pendidikan politik di luar masa tahapan pemilu. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi demokrasi masyarakat dan partai politik secara lebih efektif.
Ketua Bawaslu Nunukan, Muhammad Yusran menjelaskan bahwa saat tahapan pemilu berlangsung, jajaran Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam pengawasan, sehingga ruang untuk fokus pada pendidikan politik menjadi terbatas.
“Karena di dalam tahapan pemilu itu banyak pekerjaan pengawasan yang harus dilakukan. Jadi, pendidikan politik justru bisa lebih fokus kita jalankan di luar tahapan,” ujar Yusran, Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, program pendidikan politik akan kembali digalakkan menjelang akhir 2027 atau awal 2028, saat tahapan pemilu berikutnya dimulai. Pada periode itu, Bawaslu akan kembali menyasar masyarakat dan partai politik untuk membangun pemahaman yang lebih matang tentang demokrasi.
“Di luar tahapan ini, kita mulai merumuskan gagasan-gagasan untuk meningkatkan literasi politik, baik bagi warga maupun partai politik,” tambahnya.
Bawaslu Nunukan saat ini tengah menyusun berbagai program kreatif yang mendorong partisipasi aktif dan kritis dalam pemilu. Pendidikan politik yang konsisten diharapkan mampu menghasilkan pemilih yang cerdas serta mendukung pemilu yang bersih dan berintegritas.
(RRI)
Penulis: Muh. Wahyu
Editor: Salma Amin