Lompat ke isi utama

Berita

SMAN 1 Sebatik Juara Debat Demokrasi Antar Pelajar Kabupaten Nunukan 2026

SMAN 1 Sebatik Juara Debat Pelajar

SMAN 1 Sebatik Juara Debat Pelajar 2026 bersama Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara Yakobus Marliantor. 

Nunukan - Tim debat SMAN 1 Sebatik berhasil meraih Juara I dalam Grand Final Kompetisi Debat Demokrasi Antar Pelajar SMA/SMK/MA Sederajat se-Kabupaten Nunukan Ke-4 Tahun 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (5/6/2026).

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan tersebut mengusung tema “Konsolidasi Demokrasi: Tolak Buta Politik, Menyongsong Pemilu Nasional dan Daerah Luber Jurdil di Perbatasan.”

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, legislatif, TNI-Polri, serta para pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan. Hadir di antaranya Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Muhammad Amin, Ketua Bawaslu Nunukan Mochamad Yusran, Kepala Kesbangpol Nunukan Hasan Basri, Ketua Bawaslu Kalimantan Utara Yakobus Malyantor Iskandar, Wakil Ketua I DPRD Nunukan Arpiah, serta sejumlah pejabat dan tokoh daerah lainnya.

Pada babak final, tim Chamber A dari SMAN 1 Sebatik berhadapan dengan Chamber B dari SMAN 1 Nunukan. Kedua tim memperdebatkan sejumlah isu aktual demokrasi, di antaranya wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, peran media sosial dalam pendidikan politik masyarakat, serta pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal.

Dalam sesi debat mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah, tim SMAN 1 Nunukan mendukung pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan alasan dapat meminimalisasi praktik politik uang dan politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta dinilai sejalan dengan prinsip musyawarah dalam Demokrasi Pancasila.

Sebaliknya, tim SMAN 1 Sebatik menolak wacana tersebut dan menegaskan bahwa kepala daerah merupakan pemegang mandat langsung dari rakyat sehingga pemilihannya harus tetap dilakukan secara langsung oleh masyarakat.

Setelah melalui penilaian dewan juri yang terdiri dari Saddam Husein, H. Muhammad, dan Ardiansyah, tim SMAN 1 Sebatik berhasil unggul dengan nilai 763, sementara SMAN 1 Nunukan memperoleh nilai 747.

Ketua Bawaslu Nunukan Mochamad Yusran mengatakan kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan politik berkelanjutan bagi generasi muda, sekaligus menanamkan budaya demokrasi yang sehat sejak dini.

Menurutnya, pendidikan politik tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu, tetapi harus menjadi proses pembelajaran yang terus berlangsung agar generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami sistem demokrasi, serta mampu menyampaikan pendapat secara argumentatif dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat agar pelajar mampu menghargai perbedaan pendapat dan membangun budaya dialog yang konstruktif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kesbangpol Nunukan Hasan Basri menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu yang secara konsisten menghadirkan ruang pendidikan demokrasi bagi kalangan pelajar.

Ia menilai kualitas argumentasi para peserta menunjukkan potensi besar generasi muda Nunukan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan wawasan kebangsaan yang kuat.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalimantan Utara Yakobus Malyantor Iskandar menyebut Kompetisi Debat Demokrasi Antar Pelajar yang digagas Bawaslu Nunukan merupakan pelopor di Provinsi Kalimantan Utara.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan politik dapat dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan demokrasi di masa mendatang.

“Generasi Z diproyeksikan menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2029. Karena itu, mereka harus dibekali literasi politik yang baik agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan,” katanya.

Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan Plh Sekda Muhammad Amin, Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan pentingnya membangun budaya politik yang sehat, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerintah daerah juga menilai kompetisi debat demokrasi merupakan sarana efektif untuk melatih pelajar berpikir logis, menyampaikan gagasan secara santun, menghargai perbedaan, serta membangun argumentasi berdasarkan data dan fakta.

Sebelum mencapai babak grand final, para finalis telah melalui tahap penyisihan yang digelar pada 1 Juni 2026 dengan menyisihkan delapan tim peserta lainnya.

Adapun hasil akhir Kompetisi Debat Demokrasi Antar Pelajar SMA/SMK/MA Sederajat se-Kabupaten Nunukan Ke-4 Tahun 2026 adalah sebagai berikut:

– Juara I: SMAN 1 Sebatik
– Juara II: SMAN 1 Nunukan
– Juara III: SMKN 1 Sebatik Barat
– Juara IV: MA Al Anshari Nunukan
– Juara Favorit I: SMAN 1 Sebatik
– Juara Favorit II: SMAN 1 Sei Menggaris

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu dan Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu menjadi agen literasi demokrasi dalam menyongsong agenda pemilu dan pembangunan demokrasi yang semakin berkualitas di wilayah perbatasan. (ES)

Sumber: nusantaranews.co

Tag
Berita