Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Libatkan Pelajar Aktif lewat Kompetisi Debat Demokrasi

Debat Pelajar Demokrasi ke-4 Sekolah tingkat SMA, SMK dan MA Se-Kabupaten Nunukan Tahun 2026

Peserta Debat Pelajar Demokrasi ke-4 Sekolah tingkat SMA, SMK dan MA Se-Kabupaten Nunukan Tahun 2026

Nunukan - Bawaslu dan Kesbangpol Nunukan memperkuat pendidikan politik melalui kompetisi debat pelajar. Kegiatan ini menyasar pelajar SMA sederajat di Kabupaten Nunukan.

Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 melibatkan peserta dari berbagai sekolah. Pelajar diberikan ruang menyampaikan gagasan terkait demokrasi dan kepemiluan. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Nunukan, Mochamad Yusron.

"Jadi ini pendidikan politik ya, yang dilakukan oleh Bawaslu yang mana kita melihat peserta itu peserta didik atau masyarakat itu, mereka bukan hanya sebagai objek tetapi juga mereka sebagai subjek melalui kegiatan kompetisi debat ini mereka kan terlibat aktif bukan hanya sebagai orang yang sebagai objek," ujarnya.

Menurut Bawaslu, pendidikan politik perlu diberikan sejak usia sekolah. Pelajar diharapkan memahami demokrasi melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan edukatif.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Nunukan Hasan Basri menilai, kompetisi debat menjadi sarana melatih kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi. Kegiatan tersebut juga mendorong partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

"Inikan kita bekerjasama dengan penyelenggara pemilu, jadi kita mau menumbuhkan supaya anak muda ini tahu demokrasi dari awal jadi nanti mereka bila tiba saatnya tidak memilih kucing dalam karung, mereka sudah mengerti bagaimana itu demokrasi, bagaimana memilih dan bagaimana memilih pemimpin yang terbaik bagaimana memilih wakil rakyat yang terbaik," ujarnya.

Kompetisi Debat Pelajar Demokrasi ke-4 masih berlanjut ke tahapan berikutnya. Kegiatan ini menjadi bagian penguatan literasi demokrasi bagi generasi muda di Nunukan.

Sumber: RRI